Menu Minim, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Banjit Harus Jelaskan Kemana Nilai Per Porsi?

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjit, Rakyat Pos Network”

Pagi itu, suasana di Kampung yang ada di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, terlihat seperti biasa. Orang Tua Balita antri menunggu jatah MBG untuk tiga hari kedepan.

Di tangan mereka, bukan lagi bekal dari rumah, melainkan harapan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini rutin hadir Dusun Mereka.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini sejatinya lahir dari niat baik: memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, tanpa terkecuali.

Lebih dari itu, MBG juga dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil. Pemerintah membayangkan sebuah siklus yang saling menguatkan—anak-anak sehat, UMKM tumbuh, ekonomi desa bergerak.

Namun di balik niat mulia itu, sejumlah wali murid mulai bertanya-tanya.

Seorang ibu, yang enggan disebutkan namanya, bercerita bahwa menu yang kurang bervariasi. Ada pula yang mempertanyakan dengan kemasan 10 – 15 rb tapi di lapangan tak sesuai .

“Kami mendukung program ini, tapi tolong benar-benar diawasi kualitasnya. Ini untuk anak-anak,” ujarnya pelan.

Harapan masyarakat sebenarnya sederhana: makanan yang layak, bergizi, dan higienis.

Di atas kertas, tujuan MBG begitu besar. Program ini diharapkan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan Menyerap pelaku UMKM sekitar.

Dengan begitu, bukan hanya siswa dan Balita yang merasakan manfaat, tetapi juga pedagang kecil di kampung-kampung.

Targetnya pun tidak main-main—jutaan tenaga kerja terserap di dapur-dapur komunitas, UMKM mendapatkan pasar tetap, bahkan membuka peluang usaha baru. Banyak perempuan yang dilibatkan dalam pengolahan makanan, membantu menopang ekonomi keluarga mereka.

Namun, sebagaimana program besar lainnya, pelaksanaan di lapangan kerap menghadapi tantangan. Koordinasi, pengawasan, hingga standar mutu menjadi kunci agar niat baik tidak berubah menjadi kekecewaan.

Suara orang tua bukanlah bentuk penolakan, melainkan bentuk kepedulian. Mereka ingin program ini berhasil. Mereka ingin anak-anak tumbuh sehat. Mereka ingin UMKM benar-benar merasakan dampaknya.

Kini, yang dibutuhkan adalah evaluasi menyeluruh dan keterbukaan dari pihak pengelola. Sebab sebuah program bukan hanya soal perencanaan, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaan.

Jika pengawasan diperketat dan kualitas dijaga, MBG bukan hanya sekadar program makan gratis. Ia bisa menjadi fondasi masa depan—di mana anak-anak Way Kanan tumbuh kuat, dan ekonomi kampung berdiri lebih kokoh.

Penulis : Eka Saputra

Editor : Eka Saputra, Rakyat Pos id Andalas

Berita Terkait

UPT Puskesmas Banjit: Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan DBD Di Kampung Simpang Asam
Giat Karya Bakti Gotong Royong Pengecoran Jalan Jembatan Gantung Perintis Garuda: Di Kampung Juku Batu
Danramil 427-05/Banjit: Pimpin Giat Gotong Royong Penimbunan Jalan Poros Di Kampung Rebang Tinggi, Kecamatan Banjit
Dandim 0427/Way Kanan Terima Silahturahmi Kapolres Way Kanan Teguhkan Soliditas TNI–POLRI
Gerakan Radin Inten Asri Di Lingkungan Kampung Rantau Jaya, Kecamatan Banjit
Mimpi Atau Impian Yang Tertunda Bukanlah Akhir Dari Segalanya: Melainkan Impian Hari Ini Adalah Realita Untuk Menuju Hari Esok
Aksi Video Virall” Babi Mandi Lumpur” Berujung Karya Bakti Massal
Pemerintah Kampung Sumber Sari, Kecamatan Banjit: Salurkan Bantuan Pangan Untuk 253 KPM, Distribusi Banpang CBP Februari Dan Maret Sukses Terselenggara

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:04 WIB

UPT Puskesmas Banjit: Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan DBD Di Kampung Simpang Asam

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:37 WIB

Giat Karya Bakti Gotong Royong Pengecoran Jalan Jembatan Gantung Perintis Garuda: Di Kampung Juku Batu

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:10 WIB

Danramil 427-05/Banjit: Pimpin Giat Gotong Royong Penimbunan Jalan Poros Di Kampung Rebang Tinggi, Kecamatan Banjit

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:40 WIB

Gerakan Radin Inten Asri Di Lingkungan Kampung Rantau Jaya, Kecamatan Banjit

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:41 WIB

Mimpi Atau Impian Yang Tertunda Bukanlah Akhir Dari Segalanya: Melainkan Impian Hari Ini Adalah Realita Untuk Menuju Hari Esok

Berita Terbaru