Banjit, Rakyat Pos Network”
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 merupakan bagian dari agenda tahunan perencanaan pembangunan daerah yang menjadi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029, Selasa 10/02/2026.
Forum ini sekaligus menjadi landasan awal dalam menentukan arah pembangunan dan kemajuan Kabupaten Way Kanan untuk lima tahun ke depan, termasuk menyepakati usulan prioritas pembangunan yang akan diakomodir dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Banjit kali ini, pada saat sesi tanya-jawab ada salah satu perwakilan pemuda, Saudara Ivan,S.H., sekaligus Advokat, dengan suara lantang menyampaikan.
Perkenankan saya, sebagai perwakilan pemuda yang di besarkan dan asli pribumi di kecamatan Banjit ini, untuk menyampaikan beberapa aspirasi yang menjadi kegelisahan dan harapan kami bersama.
Terkait keberadaan dan fungsi Karang Taruna. Sebagaimana kita ketahui bersama, Karang Taruna merupakan wadah strategis pembinaan dan pemberdayaan pemuda di tingkat desa maupun kecamatan. Namun realitas yang kami hadapi saat ini, Karang Taruna di kecamatan telah lama vakum, tidak ada kegiatan, dan tidak pernah melibatkan pemuda secara aktif.
Pada Musrenbang sebelumnya, kami telah menyampaikan aspirasi agar dilakukannya reorganisasi dan pengaktifan kembali Karang Taruna tingkat Kecamatan yang selama ini fakum, namun hingga hari ini belum ada tindak lanjut yang jelas. Kondisi ini membuat potensi pemuda tidak tersalurkan, bahkan menimbulkan kesan bahwa pemuda hanya menjadi objek, bukan subjek pembangunan.
Harapan kami, pemerintah kecamatan dan daerah dapat memfasilitasi kami untuk melakukan reorganisasi Karang Taruna secara terbuka, inklusif, dan transparan, sehingga pemuda benar-benar dilibatkan dan diberi ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Kami tidak hanya ingin menyampaikan kritik, tetapi juga ingin dilibatkan sebagai mitra pembangunan. Pemuda siap berkontribusi, siap bekerja sama, dan siap mengambil peran, selama kami diberikan ruang, kepercayaan, dan pendampingan.
Kami juga ingin menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai kondisi jalan di wilayah kami yang sudah sangat memprihatinkan. Jalan yang rusak parah ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga.
Kami berharap permasalahan ini dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan, baik melalui perbaikan maupun peningkatan kualitas jalan, agar mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat berjalan lebih baik.
Sebagai penutup, kami berharap Musrenbang ini tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan generasi muda,” tegasnya.
Penulis : Eka Saputra
Editor : Eka Saputra, Rakyat Pos id Andalas










