Banjit, Rakyat Pos Network”
Terkadang, tanpa kita sadari, kalimat yang kita tujukan kepada orang lain justru akan kembali mengetuk pintu kehidupan kita sendiri. Apa yang hari ini mudah kita ucapkan, bisa jadi esok menjadi pelajaran yang harus kita rasakan.
Karena itu, berhati-hatilah dalam berkata. Terlebih kepada mereka yang tidak sejalan dengan kita. Sebab lisan tak hanya didengar manusia, tetapi juga menjadi saksi di hadapan-nya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa pun. Aku hanya sedang mengingatkan diriku sendiri. Sebab aku tidak lebih baik dari kamu, dari kalian, ataupun dari mereka.
Masih banyak salah yang harus kubenahi, dan masih panjang jalan yang harus kutempuh untuk menjadi hamba yang lebih baik.
Terkadang kita begitu yakin bahwa 𝗲𝗴𝗼 adalah keberanian, bahwa merasa paling benar adalah ketegasan. Padahal, tanpa disadari, ada hati yang terluka, ada kepercayaan yang perlahan runtuh, dan ada kehidupan yang berubah karena pilihan-pilihan kita sendiri.
Namun hidup juga mengajarkan, tidak semua yang tampak di permukaan adalah kenyataan. Bisa jadi 𝗲𝗴𝗼 hanyalah wajah yang diperlihatkan, sementara ada cerita lain yang disembunyikan di baliknya. Dan tentang itu, hanya pelakunya dan Allah yang benar-benar mengetahui.
Tulisan ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Aku hanya sedang mengingatkan diriku sendiri. Sebab aku pun manusia yang penuh dosa, jauh dari kata sempurna, dan masih terus belajar membenahi diri.
Semoga Allah menjaga hati kita dari kesombongan, menjauhkan kita dari tipu daya yang menyesatkan, dan membimbing langkah kita agar tetap berada di jalan yang benar.
Gambar Hanya Pemanis, bukan sok manis, tapi kadang melihat kepahitan ini harus kita kemas dengan yang manis
Penulis : Eka Saputra
Editor : Eka Saputra, Rakyat Pos id Andalas










