Bahas Habib Bahar dan HRS saat Bertemu Pimpinan Media, Jenderal Dudung: Coba Gak Usah Ngata-ngatain

- Jurnalis

Senin, 7 Februari 2022 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman membahas Habib Bahar Smith dan Habib Rizieq (HRS) saat bertemu beberapa pemimpin redaksi media, Senin (7/2).
“Coba kalau Habib Smith itu nggak usah ngomong macam-macam, sudah lah. Rizieq juga, pulang dari sana, sudah nggak usah macam-macam. Berbuat yang baik, nggak usah ngata-ngatain,” kata Jenderal Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat, Senin, (7/2/2022).
Jenderal Dudung juga menyinggung persoalan baliho Habib Rizieq yang pernah dia turunkan saat menjabat Pangdam Jaya beberapa tahun lalu.
Jenderal Dudung melihat ada ujaran-ujaran kebencian dari Habib Rizieq Shihab.
“Tidak serta merta baliho itu kita turunkan. Saya sudah melihat latar belakang, sejarahnya bagaimana Rizieq Shihab itu meberikan ujaran-ujaran kebencian, bahkan mengatakan pimpinan negara kita yang tidak bagus,” katanya.
“Saya lihat kok kenapa nggak ada yang berani ya?” ujar Dudung.
Menurut Jenderal Dudung, apa yang terjadi pada diri kita identik dengan apa yang kita perbuat pada orang lain.
“Sudah, jadi apa yang terjadi dalam diri kita itu sebenarnya identik dengan apa yang kita perbuat ke orang lain,” katanya.
“Kalau kita baik, kalau kita jelek pada orang, tinggal tunggu aja, pasti akan ada balasan,” katanya lagi.
Jenderal Dudung juga mengatakan TNI tak mungkin berdiam diri melihat ada radikalisme.
Menurutnya, radikalisme sudah sampai ke semua kalangan. Jenderal Dudung mengatakan radikalisme sudah semakin marak terjadi. Dia menyebut kondisi ini memprihatinkan.
“Kalau misalnya TNI terdiam, terus tugas TNI ngapain? Sehingga langkah-langkah yang kita lakukan, maka saat itu saya harus berbuat karena radikalisme ini sekarang sudah sampai ke semua kalangan,” ucapnya.
“Kemudian radikalisme sudah semakin marak, betul. Saya mendasari dari Rapim Kemhan sudah begitu memprihatinkan,” jelasnya.
“Oleh karenanya saya harus menyampaikan ke seluruh jajaran, kalian harus deteksi dini, temu cepat, lapor cepat,” jelas Dudung.
“Begitu juga sekarang Babinsa sudah harus tahu bagaimana perkembangan mereka dan bekerja sama dengan Kepolisian karena hitungannya bukan hitungan detik lagi, menit, karena media sosial itu marak,”  jelasnya disitat detikcom.(pojoksatu)
Foto: KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman (ist1)

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru