Warga Wadas Minta Tolong ke Jokowi: Kok Dijajah Sama Negara Sendiri?

- Jurnalis

Kamis, 17 Februari 2022 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Wadas Minta Tolong ke Jokowi: Kok Dijajah Sama Negara Sendiri?

RakyatPos.IDSaat menyampaikan aspirasi kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Joanes Joko, Warga Desa Wadas Marsono memohon agar Presiden Joko Widodo menolong para petani di Wadas.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Marsono tak bisa menahan tangis saat mengingat kekerasan aparat polisi kepada warga Wadas. 

Dia meminta pertolongan kepada negara agar warga Wadas bisa hidup aman.

“Ya Allah. Desa Wadas ini mau diapakan negara, kok seperti ini? Masyarakat di Wadas di negeri sendiri, kok dijajah sama teman-teman sendiri? Bagaimana, saya minta tolong kepada Bapak Presiden diamankan petani di Wadas bisa makmur, Pak,” kata Marsono dalam pertemuan yang digelar pada Sabtu (12/2)

Marsono menyampaikan warga Wadas juga manusia dan bagian dari Indonesia. 

Dia meminta negara untuk tidak memperlakukan mereka dengan kekerasan.

Warga lainnya, Ana, mengungkap tindak kekerasan yang dilakukan polisi. 

Pada saat kejadian, seorang intelijen Polres Purworejo memaksa Ana ikut ke kantor polisi.

“Saya dibentak-bentak, ‘Kamu harus ikut! Nurut, enggak!’ ‘Bapak membentak saya? Katanya Bapak polisi, tugasnya mengayomi rakyat. Kenapa bentak-bentak?’,” ucap Ana menceritakan kejadian.

Meski menolak, Ana tetap diangkut ke kantor polisi. Dia meninggalkan dua anaknya yang sedang pergi ke sekolah.

“Dua-duanya ketemu saya nangis. ‘Mama itu dari mana? Diapain sama polisi? Saya pulang dari sekolah, pintu terkunci, banyak anjing-anjing di depan rumah saya, Ma.’ Saya sakit benget rasanya, Pak, saya itu salah apa gitu,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Joanes berjanji melaporkan aspirasi warga tersebut kepada Presiden Jokowi.

“Sebelum disampaikan ke pihak terkait, Bapak Kepala Staf Kepresidenan harus tahu dan akan disampaikan kepada Pak Presiden,” ujar Joanes.

Sebelumnya, pemerintah menerjunkan polisi ke Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa (8/2). 

Pemerintah berdalih menerjunkan polisi untuk mengawal proses pengukuran lahan Bendungan Bener.

Pada kenyataannya, polisi mempersekusi warga yang menolak pembangunan tambang pendukung Bendungan Bener. 

Sebanyak 67 orang warga, termasuk anak-anak dan lansia, ditangkap. 

Mereka baru dibebaskan keesokan harinya usai desakan publik. [RakyatPos.ID/cnn]

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru