Rekrutmen Polisi di Papua Menarik Minat Masyarakat Asli Papua untuk Berbakti Kepada Negara dan Menjadi Anggota Polisi

- Jurnalis

Selasa, 21 Mei 2024 - 03:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – PAPUA – Proses penerimaan RIM terintegrasi Tahun Anggaran 2024 di Papua menarik perhatian banyak pendaftar online hingga total mencapai 13.949 orang. Data tersebut berdasarkan data Sekretariat Subbagian Popok Biro SDM Polda Papua.

Hal ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari tokoh-tokoh di Papua. Ondoafi atau Kepala Suku Sosiri Boas Asa Henock menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap program penerimaan 2.000 Bintara Polri di lingkungan Polda Papua. Apalagi, kata dia, ada kuota khusus untuk anak kepala suku atau ondoafi dan penerimaan ini juga diprioritaskan kepada Orang Asli Papua (OAP).

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini merupakan bentuk penghormatan Polri terhadap ondoafi dan kepala suku di Papua,” kata Ondoafi Sosiri Boas Asa Henock di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin, (20/5/2024).

Ia mengatakan meski ada kekhususan, namun proses perekrutan calon Bintara Polri bisa dilakukan sesuai prosedur. Selain itu, Fredikus Gebze, tokoh masyarakat adat, selalu menyampaikan apresiasinya atas apresiasi Kapolri atas penerimaan Polri terhadap OAP ini.

“Dalam rangka rekrutmen ini, Polri berikan kemudahan kepada kita, mari kita sambut, kita ikuti prosedurnya. Oleh karena itu, anak-anak Papua harus siap menjaga kehormatan dan sikap serta benar-benar siap menjadi anggota. Polri, karena penerimaan Polri melalui Polda Papua bersih, transparan, akuntabel dan humanis.” Ungkap Fredikus Gebze

Menurutnya, perekrutan Akpol Bintara baru dan Tamtama Polri dalam jumlah besar dengan mengutamakan anak-anak asli Papua merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan yang besar dari negara dan pemerintahan saat ini kepada masyarakat Bumi Cenderawasih.

Yustina Pangrasia, selaku Sekretaris Pansus Avirmasi Provinsi. Papua Selatan mengapresiasi penuh rekrutmen warga asli Papua yang dilakukan Polri.

“Sistem BETAH yang diterapkan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Kami sangat percaya diri dan valid. Terima kasih Pak Kapolri atas kesempatan baik ini bagi kami masyarakat Papua, dengan ini kami bisa mengabdi dan siap menjadi garda depan Indonesia. jaga,” jelas Yustina Pangrasia.

Kepala Kantor Komnas HAM Provinsi Papua sekaligus Tim Monitoring Eksternal Rekrutmen Polda Papua, Frit B. Ramandey. S.Sos., MH juga menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang memberikan kebijakan perekrutan Bintara Polri dengan kuota 10.000 orang. Hal ini juga terkait dengan rekrutmen polisi pada tahun 2024 yang mengalami inovasi dengan beberapa kemudahan

“Polda Papua membuka Sub Panda di Timika sebagai terobosan untuk memudahkan anak-anak Papua dalam proses rekrutmen di Jayapura maupun di Timika,” kata Frits Ramandey.

Dikatakannya, hal lainnya adalah adanya kebijakan afirmatif dimana pengurangan usia 21 tahun menjadi 25 tahun merupakan kebijakan afirmatif Mabes Polri untuk merekrut anak-anak Papua.

Selain itu, seluruh tahapan seleksi di Polda Papua telah melibatkan unsur eksternal guna memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan dan humanis sebagai bentuk keterbukaan terhadap proses rekrutmen itu sendiri, jelasnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolri yang telah bijaksana memberikan kuota 10.000 bagi Polda Papua yang tahapannya setiap tahunnya 2000 Bintara Polri sebagai dukungan terhadap masyarakat Papua,” ujarnya. lanjutan.

Ketua Tim Kerja MRP Penanganan Aspirasi dan Permasalahan OAP Benny Sweny, Sos menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang akan merekrut 10 ribu orang untuk ditugaskan di jajaran Polda Papua yang tersebar di empat provinsi yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolri atas kebijakan penambahan kuota penerimaan anggota Polri di Polda Papua yang telah memberikan kuota kepada putra-putri Papua. Program rekrutmen tersebut merupakan salah satu bentuk upaya Polri dalam memberikan pelayanan dan keamanan yang optimal kepada masyarakat Papua,” ujarnya.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kebaikan Kapolri dan semoga pelayanan baik ini selalu diberkati Tuhan. Atas nama masyarakat Papua kami ucapkan terima kasih,” doanya.

Penerimaan 2.000 pemuda dari empat provinsi di wilayah hukum Polda Papua ini akan berdampak positif bagi pembangunan daerah, karena mereka nantinya akan dikembalikan ke daerah masing-masing untuk mengabdi dan mengabdi kepada masyarakatnya.

Oleh karena itu, dalam setiap kesempatan kami meminta para tokoh masyarakat, adat, dan agama untuk mempersiapkan generasi muda yang ingin menjadi anggota Polri, kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri di Jayapura.

Sebelumnya, Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen Dedi Prasetyo mendorong para kapolri di Papua aktif melakukan sosialisasi rekrutmen Polri, mengingat yang direkrut merupakan warga asli Papua, serta anak-anak yang lahir dan besar di Papua.

Irjen Pol Dedi menambahkan, 2.000 personel yang akan direkrut tersebut meliputi 150 paramedis khususnya dokter yang bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih (Uncen).

Karo HR Polda Papua, Kompol. Sugandi mengatakan, jumlah pendaftar itu mencakup berbagai kategori jalur, mulai dari Taruna/I hingga Disabilitas Rekpro Bintara. Dari total pendaftar, sebanyak 9.411 orang telah berhasil diverifikasi pihak berwenang.

“Dari pendaftar yang kami terima, sebanyak 9.411 orang diantaranya telah melalui proses verifikasi. “Mereka datang dari berbagai jalur, mayoritas pendaftar dari jalur Bintara PTU,” jelas Kompol Sugandi.

Kompol Sugandi menjelaskan, pihaknya mengingatkan calon mahasiswa Polri agar tidak mudah tergiur dengan tawaran jasa calo seleksi yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Dia menegaskan, proses rekrutmen Polri tidak memerlukan biaya.

“Dalam proses seleksi ini, kami berkomitmen menjaga ketelitian dan transparansi proses. Kami juga mengingatkan calon mahasiswa untuk tetap semangat, giat belajar, dan tidak tergiur calo. “Masuk polisi itu gratis,” tegasnya.

Diketahui, penerimaan 2.000 pemuda dari empat provinsi di wilayah hukum Polda Papua ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah, karena mereka nantinya akan dikembalikan ke daerah masing-masing untuk mengabdi dan mengabdi kepada masyarakatnya.

Berdasarkan data yang ada, selama 3 tahun terakhir, Polda Papua telah merekrut personel Polri sebanyak 3.939 personel, dengan rincian 2.167 personel pada tahun 2021, 794 personel pada tahun 2022, dan 978 personel pada tahun 2023.


Tampilan Postingan: 2

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Keseruan Festival ‘Perang Air’ di Riau: Jaga Tradisi, Jaga Persaudaraan
Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda – RakyatPos.id
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
Personil Ditlantas Polres Babel Rutin Menjalankan Peraturan Lalu Lintas di Jam Lalu Lintas Padat
Ditsamapta Polda Bengkulu Lakukan Patroli Dialogis dan Awasi Peredaran MBG – Tribrata News Bengkulu
Sosialisasi Green Policing, Polisi Kandis Tanam Pohon Bersama Kepala Desa dan Mahasiswa
Final Piala Kapoldasu 2025, Tim Basket SMAN 1 Medan hingga USU Keluar Sebagai Juara – RakyatPos.id
Siang tadi, Kapolda Babel menjalani Sertijab di Mabes Polri

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:26 WIB

Keseruan Festival ‘Perang Air’ di Riau: Jaga Tradisi, Jaga Persaudaraan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:25 WIB

Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda – RakyatPos.id

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:24 WIB

PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:24 WIB

Personil Ditlantas Polres Babel Rutin Menjalankan Peraturan Lalu Lintas di Jam Lalu Lintas Padat

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:10 WIB

Ditsamapta Polda Bengkulu Lakukan Patroli Dialogis dan Awasi Peredaran MBG – Tribrata News Bengkulu

Berita Terbaru