Banjit, Rakyat Pos Network”
Saudara Damroh,”yang tinggal di kampung Argomulyo,Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung, menjadi korban jual beli tanah Pertanian yang berlokasi di Kampung Menanga Siamang, Kecamatan Banjit, Kamis 13/03/2025.
Saudara Damroh,hanya bisa gigit jari saat tanah yang dibeli seharga Rp 7.000.000.00 (Tujuh Juta Rupiah) harga kala itu, ternyata usut punya usut tanah tersebut merupakan tanah milik kampung Menanga Siamang, Kecamatan Banjit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dapat di percaya, saudara Damroh (72) tahun menyampaikan kepada Awak Media Rakyat Pos id Andalas,” bahwasannya saya membeli tanah tersebut dari saudara berinisial (M) (72) tahun beralamatkan di Kampung Rantau Jaya, Kecamatan Banjit.
Setelah mendapat informasi terkait permasalahan tanah lahan pertanian yang bermasalah tersebut, Awak Media Rakyat Pos id Andalas yang di dampingi oleh Anak kandung korban saudara Irawan, langsung kelokasi dan memang benar lahan pertanian milik saudara Damroh sudah di tanami singkong oleh pihak ke tiga yaitu pengelola BUMDES kampung Menanga Siamang, Kecamatan Banjit.
Saya hanya berharap kepada pihak ke satu sebagai penjual lahan pertanian tersebut agar dapat bertanggung jawab, kalau tanahnya tidak bisa di miliki seutuhnya saya harap dapat mengembalikan uangnya karena itu hak saya,” ujar Damroh.
Damroh yang menjadi korban dalam masalah jual beli “lahan bodong” ini mengancam akan membawa persoalan ini ke jalur hukum jika pihak ke satu berinisial (M), sebagai penjual tetap tidak segera menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.
Sekarang ini Damroh hanya menantikan langkah nyata dari pihak ke satu sebagai penjual untuk dapat mengembalikan hak saya sebagai pembeli yang telah dirugikan,” tegasnya.
Sampai berita ini di terbitkan saudara (M) pihak ke satu belum bisa di temui dan harapan saya lewat media ini, hanya menantikan langkah nyata dari pihak penjual saudara (M),”untuk dapat mengembalikan hak saya sebagai pembeli yang telah dirugikan,” tegasnya.
Penulis : (Eka/s)
Editor : Eka Saputra, Rakyat Pos id Andalas










