Banjit, Rakyat Pos Network”
Tragedi memalukan mengguncang sebuah pondok pesantren Tri Bhakti As Assyauqi Watu Gede,Kampung Kemu,Kecamatan Banjit,Kabupaten Waykanan,Provinsi Lampung.
Di mana Satu santriwati diduga menjadi korban seksual yang dilakukan oleh pengasuh pondok Pesantren tersebut berinisial (E), sampai hamil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban Seksual yang kita sebut dengan nama samaran (Bunga), melalui Video pengakuan korban itu sendiri, mulai mengungkapkan pengalaman pahitnya menjadi santriwati di pondok pesantren Tri Bhakti As Assyauqi Watu Gede,Kampung Kemu, sampai pengungkapan terakhir melayani nafsu bejat pengasuh ponpes tersebut di bulan februari 2025.
Bunga,menceritakan bahwa dia telah menjadi korban Pelecehan seksual di dalam lingkungan Pondok Pesantren Tri Bhakti As Assyauqi Watu Gede,Kampung Kemu, sampai hamil.
Sebelum kejadian terungkap,”selama ini Bunga tidak berani untuk bercerita karena merasa tertekan dan takut.
Dari Video yang telah beredar ini juga ada pengakuan dan harapan dari Orang tua korban agar pelaku berinisial (E) pengasuh pondok pesantren tersebut dapat di tindak tegas oleh (APH) sesuai dengan Perbuatan nya yang telah menodai anak saya sampai hamil dan orang tua korban juga meminta keadilan yang seadil-adilnya.
Sampai berita ini (kami),Tim Awak Media tayangkan pihak dari pondok pesantren tersebut belum bisa di temui dan dimintai keterangan terkait permasalahan menodai dan Pelecehan seksual sampai hamil,” yang terjadi di pondok pesantren Tri Bhakti As Assyauqi Watu Gede Kampung Kemu,Kecamatan Banjit, di duga kuat pelakunya adalah pengasuh Pondok Pesantren itu sendiri berinisial (E).
Penulis : Tim
Editor : Eka Saputra, Rakyat Pos id Andalas
Sumber Berita : (*Tim*)










