Banjit, Rakyat Pos Network”
Tim Penyuluh Markas Besar (Mabes) TNI menggelar sosialisasi dan edukasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bagi masyarakat seputaran Wilayah Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, kegiatan tersebut berlangsung di GSG Kecamatan, Senin 7 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Dari Mabes TNI Laksma TNI Bayu, Kolonel Laut Muhdan, Kolonel Laut Surahman, Kolonel Kes Mugiyarso, Kolonel Laut Iwan Setiawan, Letkol Laut (T) Didik Trihartono, Letkol Laut (PM) Encep Junjungan, Letkol Cpm Yuda Irianto S, Kapten Ckm Herwanto A.Md.Kep, Pasiter Kodim 0427/Way Kanan Kapten Inf Supriono, Danramil 427-05/Banjit Kapten Czi Edi Zarpahit beserta seluruh Anggotanya, Camat Banjit Nasrullah Ali S.Sos., Kapolsek Banjit yang diwakili oleh Kanit Bimas Aipda Yudi, Kepala UPT Puskesmas Banjit, Kepala KUA Banjit,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPT KPH Bukit Punggur,
Kepala UPT Pertanian Banjit,
Kepala UPT Pengairan Banjit,
Kepala Kampung Se-Kecamatan Banjit,
Ketua MKKS SDN/SMPN Banjit,
Kwaran Pramuka Kec.Banjit dan Perwakilan Masyarakat se-Kecamatan Banjit.
Langkah ini diambil untuk memperkuat pemahaman bersama sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam pemaparannya, Kolonel Laut Surahman bersama Letkol Laut (T) Didik Trihartono menekankan pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial.
Keberhasilan mitigasi bencana ini sangat bergantung pada sinergi terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga unsur pemerintahan di kecamatan.
Tim penyuluh menyoroti insiden Karhutla kerap kali dipicu oleh faktor aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Mengingat wilayah Kecamatan Banjit dikelilingi oleh sejumlah kawasan perkebunan, kewaspadaan ekstra dinilai mutlak sangat diperlukan.
“Kita perlu membangun kesadaran bersama bahwa upaya pencegahan adalah langkah yang paling krusial. Dengan mengutamakan pencegahan, kita dapat meminimalkan risiko serta dampak kerugian yang lebih besar apabila terjadi kebakaran,” Ujar Kolonel Laut Surahman.
Selain fokus pada kesadaran individu, Mabes TNI juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektoral. Kolaborasi antara TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah daerah, hingga pihak korporasi dinilai vital, terutama dalam memantau wilayah-wilayah berpotensi rawan titik api.
Masyarakat dihimbau untuk menjadi perpanjangan tangan aparat dengan segera melapor kepada petugas atau Satgas setempat apabila menemukan indikasi kebakaran.
Respons yang cepat (quick response) diyakini mampu mencegah api meluas dan meminimalisasi kerusakan lingkungan.
Sebagai inovasi pendukung dalam sistem pelaporan, kegiatan ini juga turut memperkenalkan pemanfaatan aplikasi SiPongi. Aplikasi ini disosialisasikan agar masyarakat dan petugas dapat memantau deteksi titik panas (hotspot) secara real-time dan akurat.
Kolonel Laut Surahman juga menjelaskan melalui penyuluhan ini, diharapkan pencegahan Karhutla tak lagi hanya dipandang sebagai tugas aparat pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif.
Editor : Eka Saputra, Rakyat Pos id Andalas












