Rektor UMJ Kecam Gaya Preman Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah | RakyatPos Andalas

- Jurnalis

Rabu, 26 April 2023 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murod mengecam
komentar yang dibuat peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi
Pangerang Hasanuddin terkait perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri 1444
Hijriyah. Ma’mun heran, mengapa metode Muhammadiyah yang berbeda dalam
menentukan Lebaran dipermasalahkan sampai harus mengancam di media sosial
(medsos).
Dia pun heran dan mengecam, seorang peneliti BRIN bersikap layaknya preman
daripada seorang intelektual dalam menyikapi perbedaan. Dia pun meminta
aparat penegak hukum untuk bertindak.
“Pak Presiden @jokowi, Prof @mohmahfudmd, Pak Kapolri @ListyoSigitP,
@DivHumas_Polri, Gus Menag @YaqutCQoumas, Kepala @brin_indonesia bagaimana
dengan ini semua? Kok main-main ancam bunuh? BRIN sebagai lembaga riset
harusnya diisi mereka yang menampakkan keintelektualannya, bukan justru
seperti preman preman,” kata Ma’mun seperti dikonfirmasi Republika.co.id di
Jakarta, Senin (24/4/2023).
Awal mula persoalan di Facebook itu adalah statemen Profesor Riset Astronomi
dan Astrofisika BRIN, Thomas Djalaluddin. Eks kepala Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (Lapan) itu menilai, Muhammadiyah sudah tidak taat kepada
pemerintah terkait penentuan Lebaran 2023. “Eh, masih minta difasilitasi
tempat sholat Id. Pemerintah pun memberikan fasilitas,” ujar Thomas.
Status Thomas mendapat respon dari anak buahnya yang dikenal sebagai pakar
astronomi BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin. Melalui akun AP Hasanuddin, ia
menuliskan kemarahan atas sikap Muhammadiyah dengan me-mention akun Ahmad
Fauzan S.
“Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi
Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam
global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian
satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya
siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian,” kata Andi.
Kini status AP Hasanuddin viral di berbagai kanal media sosial. Di lini masa
Twitter dan Facebook, statusnya banyak disebar, termasuk di grup Whatsapp.
Republika.co.id sudah mencoba melihat akun AP Hasanudin, namun sudah
digembok. Republika.co.id juga mencoba mengonfirmasi masalah itu kepada
pimpinan BRIN.
Sumber:
republika
Foto: Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murod Al
Barbasy.

RakyatPos Andalas

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru