Serangan Teroris Kelompok Kristen Tewaskan Dua Polisi, Pertama Terjadi di Australia | RakyatPos Andalas

- Jurnalis

Jumat, 17 Februari 2023 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi penembakan di Australia yang menewaskan enam orang telah dinyatakan sebagai serangan teroris bermotivasi agama.
Pihak berwenang mengatakan ini adalah pertama kalinya ideologi ekstremis Kristen dikaitkan dengan serangan teror di Australia.
Sebanyak dua polisi dan seorang tetangga tewas ketika Nathaniel, Stacey, dan Gareth Train melepaslan tembakan di Queensland, Desember 2022 lalu.
Ketiganya ditembak mati setelah melepaskan tembakan ke arah polisi.
Kepolisian masih menyelidiki apakah kelompok tersebut – kakak beradik Nathaniel dan Gareth, serta Stacey, yang menikah dengan kedua pria pada waktu berbeda – terkait dengan teori konspirasi.
Wakil Komisaris Kepolisian Queensland, Tracey Lindford, mengatakan penyelidikan mereka telah menemukan Nathaniel, Gareth, dan Stacey  “bertindak sebagai kelompok otonom” dan “melakukan serangan teroris bermotivasi agama”.
Mereka menganut sistem kepercayaan fundamentalis Kristen yang dikenal sebagai “pra-milenialisme”, dan menargetkan polisi.
“Mereka menyebut polisi sebagai monster dan setan – sebagai iblis.”
“Ideologi ekstremis Kristen telah dikaitkan dengan serangan lain di seluruh dunia, tapi ini pertama kalinya kami melihatnya muncul di Australia,” kata Lindford.
Menurutnya, serangan itu direncanakan dan penyelidik telah menemukan “bukti signifikan” adanya persiapan dan perencanaan sejak jauh hari.
Rumah milik Gareth dan Stacey telah dilengkapi tempat persembunyian berkamuflase, barikade, gundukan tanah, senjata api, pisau, CCTV, dan cermin di pepohonan.
Meskipun “tidak ada bukti” bahwa ada orang lain di Australia yang berpartisipasi atau membantu dalam serangan itu, Linford mengatakan Nathaniel, Gareth, dan Stacey telah dikaitkan dengan sejumlah individu di Amerika Serikat. Kepolisian setempat telah berbagi informasi dengan penyidik di negara tersebut.
“Mereka akan menentukan penyelidikan apa yang mungkin mereka lakukan sebagai hasil dari informasi itu,” papar Lindford.
Kepolisian Queensland mendatangi rumah keluarga Train di daerah terpencil – sekitar 270 km sebelah barat Brisbane – pada 12 Desember untuk memeriksa Nathaniel Train yang dilaporkan hilang di New South Wales.
Empat polisi diberondong tembakan sesaat setelah mereka turun dari mobil guna mendekati rumah milik Gareth dan Stacey.
Dua polisi – Matthew Arnold, 26, dan Rachel McCrow, 29 – kena tembakan. Mereka dilaporkan ditembak lagi seperti dieksekusi. Polisi lain terluka tetapi melarikan diri, sedangkan polisi keempat diteror oleh penembak yang menyalakan api untuk mencoba mengusirnya.
Seorang tetangga, Alan Dare (58 tahun), yang muncul di rumah keluarga Train untuk membantu polisi juga ditembak mati.
Lindford mengatakan “tidak ada satu pemicu” atas tindakan ekstremisme Nathaniel, Stacey, dan Gareth Train.
Namun, kepolisian meyakini serangan jantung yang dialami Nathaniel pada 2021 “merupakan momen yang mendalam baginya dan keyakinannya pada Tuhan”, kata Lindford. 
Fakta bahwa Gareth dan Stacey kehilangan pekerjaan karena diharuskan menerima suntikan vaksin Covid-19 juga meningkatkan pandangan anti-pemerintah mereka.
Lindford mengatakan kesehatan mental ketiga orang tersebut juga telah dipertimbangkan oleh penyelidik, tetapi faktor itu belakangan dikesampingkan.
“Kami cukup sering melihat investigasi teroris kami bahwa orang mudah diradikalisasi karena terdampak kesehatan mental.”
“[Namun] ketika ada tiga orang beraksi bersama-sama, sulit untuk mengatakan ada masalah kesehatan mental dalam hal ini.”
Wakil Komisaris Kepolisian Queensland, Tracey Lindford, mengatakan serangan itu akan dibedah dalam persidangan, yang kemudian bakal menentukan apa sebenarnya motif ketiga orang tersebut.
Sumber: bbc
Foto: Dua polisi, Matthew Arnold dan Rachel McCrow, tewas dalam serangan/KEPOLISIAN QUEENSLAND

RakyatPos Andalas

RakyatPos Network | rakyatpos.id

Berita Terkait

Keseruan Festival ‘Perang Air’ di Riau: Jaga Tradisi, Jaga Persaudaraan
Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda – RakyatPos.id
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
Personil Ditlantas Polres Babel Rutin Menjalankan Peraturan Lalu Lintas di Jam Lalu Lintas Padat
Ditsamapta Polda Bengkulu Lakukan Patroli Dialogis dan Awasi Peredaran MBG – Tribrata News Bengkulu
Sosialisasi Green Policing, Polisi Kandis Tanam Pohon Bersama Kepala Desa dan Mahasiswa
Final Piala Kapoldasu 2025, Tim Basket SMAN 1 Medan hingga USU Keluar Sebagai Juara – RakyatPos.id
Siang tadi, Kapolda Babel menjalani Sertijab di Mabes Polri

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:26 WIB

Keseruan Festival ‘Perang Air’ di Riau: Jaga Tradisi, Jaga Persaudaraan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:25 WIB

Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda – RakyatPos.id

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:24 WIB

PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:24 WIB

Personil Ditlantas Polres Babel Rutin Menjalankan Peraturan Lalu Lintas di Jam Lalu Lintas Padat

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:10 WIB

Ditsamapta Polda Bengkulu Lakukan Patroli Dialogis dan Awasi Peredaran MBG – Tribrata News Bengkulu

Berita Terbaru