Way kanan, rakyat Pos Network,
Ketua DPD Gema Masyrakat Lokal (GML) way kanan angkat bicara Ujang Usman atas dampak kegiatan transportasi proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro Pt Astra sup kontraktor Pt Acet Indonusa, tbk.
Sabtu 5/2/2022
“Disampaikan oleh Ujang Usman “ sangat disayangkan pihak perusahaan tidak ada tindak lanjut terkait dampak yang disebabkan oleh lalu lalang mobil pengangkut material proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro (PLTM) di desa kemu kecamatan banjit sangat merugikan masyarakat yang melalui jalan akibat nya jalan pada rusak, hancur, seperti kobangan kerbau.
Lanjut disampaikan oleh Ujang kami mempertanyakan dimana fungsi corporate social responsibility (CSR) perusahaan, jelas diatur dalam undang-undang perseroan no 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas bentuk tanggung jawab suatau perusahaan terhadap pihak yang terlibat dan terdampak baik secara langsung atau tidak langsung atas aktivitas perusahaan, kami akan menindak lanjuti persoalan ini ke pihak terkait ” Ujang Usman.
Ormas GML yg di pimpin langsung ketua DPD GML Way kanan Ujang Usman, beserta beberapa jajaran melakukan investigasi ke pihak perusahaan ditemui bapak Yudi dan Dimas bagian safety K3 di perusahaan Pt Acet Indonusa,tbk, “ untuk armada yang menanggung jawabi suplyer material, untuk jalan memang ada perbaikan selama project berjalan kita adakan perbaikan pararel, setelah project selesai kita adakan perbaikan lagi Waykanan itu dari tiga desa yang di lalui,sudah ada mou.
kesepakatan,perbaikan jalan dan laen sebagainya untuk sabes dan batu 23 sudah kita kirim juga yang di tanjakan sebelum gudang itukan sudah masuk ke lampung utara dari menjukut kesana, untuk lampung utara kita sudah kordinasi cuman kordinasi nya kemana saya kurang tau, kerena kita selama pengiriman material enggak mungkin asal taro aja, yang jelas kita sudah kordinasi tapi kita tidak tau kordinasi nya ama siapa dan penanggung jawabnya, nanti kita koordinasikan dulu pak masalah CSR secara berkala kalau tidak di perbaiki mobil tidak bisa lewat pak, kami kurang tau pak dengan siapa kami mou dan kordinasi untuk jalan yang di lewati di wilayah lampung utara dan way kanan” ungkap yudi dan dimas.
Disampaikan oleh masyarakat kepiak desa campang 8 “ jalan ini rusak, hancur dan berlobang disebabkan oleh lalu lalang mobil pengangkut material proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro PLTM di desa kemu kecamatan banjit, kami sangat dirugikan karena jalan rusak semua jalan tersebut adalah akses utama setiap hari kami lewati untuk keperluan membawa barang hasil pertanian dan keperluan laennya, harapan kami kepada pihak yang bersangkutan agar kira nya perusahaan harus memperbaiki jalan kami dan kepada pihak tekait,” ungkap masyarakat
Setelah berita ini diterbitkan pihak direksi Pt Acet Indonusa, tbk belum dapat di konfirmasi.
(* E /s **)