Soroti Hymne KPK Istri Firli Bahuri, Pukat UGM: Seakan Bisnis Keluarga dan Jadi Gimik

- Jurnalis

Jumat, 18 Februari 2022 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soroti Hymne KPK Istri Firli Bahuri, Pukat UGM: Seakan Bisnis Keluarga dan Jadi Gimik


RakyatPos.IDPeneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman menilai sikap Ketua KPK Firli Bahuri yang memberikan penghargaan kepada istrinya, Ardiana Fitri sepenuhnya sebagai tindakan tak patut.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dina, sapaan akrab Ardiana, mendapatkan penghargaan dari suaminya sendiri selaku Ketua KPK atas usahanya menciptakan hymne untuk lembaga antirasuah tersebut.

“Tidak patut. Termasuk potensi benturan kepentingan. Akhirnya seakan KPK menjadi bisnis keluarga,” kata Zaenur saat dikonfirmasi, Jumat (18/2).

Menurut Zaenur, layak dipertanyakan ketika Dina menjadi sosok yang didapuk menyusun Hymne KPK. 

Keputusan ini tentunya berisiko menyalahi prinsip pencegahan benturan kepentingan.

“Kita tidak bicara apakah itu dibayar atau tidak dibayar. Tentu itu tidak dibayar, tetapi hymne itu kan kemudian menjadi identitas, bagian dari KPK itu kemudian diciptakan oleh istri ketua KPK,” ucap Zaenur.

“Itu menurut saya risiko timbul potensi benturan kepentingan, dan itu artinya KPK sendiri tidak memitigasi risiko tersebut,” sambungnya.

Terlebih, jika pembuatan hymne itu ternyata tak melalui proses yang adil. 

Menurut Zaenur, KPK bisa saja membuka peluang pihak lain yang memungkinkan untuk penciptaan Hymne KPK ini melalui kompetisi atau tahap pemilihan.

“Kalau tidak ada itu, semakin menunjukkan KPK itu sendiri tidak memberikan keteladanan di bidang fairness dan kompetisi yang sehat,” ucapnya.

Zaenur menambahkan, pembuatan hymne oleh istri ketua KPK ini seolah sebagai upaya memersonaliasi lembaga antirasuah supaya kelak gambaran Ketua KPK yakni Firli Bahuri menjadi dominan karena keterlibatan istrinya.


“Apalagi, yang harus dinyanyikan oleh para pegawai KPK di momen-momen tertentu,” tuturnya.

“Jadi ini seakan-akan menyeret KPK dipersonaliasi, seolah KPK adalah Firli Bahuri, bahkan koleganya. Itu sesuatu yang buruk,” sambungnya.

Zaenur tetap melihat bahwa pembuatan Hymne KPK ini sebagai gimik Firli yang sebenarnya tidak diperlukan juga. 

Selain nihil urgensi, juga malah mengesampingkan fokus kinerja pemberantasan korupsi.

“Soal kebutuhan, yang penting bagi KPK saat ini tunjukkan adalah kinerja dan independensi untuk raih kembali kepercayaan publik. KPK tidak butuh gimik seperti pembuatan hymne ini,” pungkasnya. [RakyatPos.ID/cnn]

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru