Ribka Tjiptaning: Selain Mengada-ada, Pemecatan Terawan Agus Putranto dari IDI Politis

- Jurnalis

Senin, 28 Maret 2022 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.ID -Keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat secara permanen mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto masih menjadi kalangan legislator di DPR RI.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Ribka Tjiptaning, memandang pemecatan Terawan Agus Putranto terlalu mengada-ada dan kental dengan nuansa politis.
“Karena apa? Kalau dari sisi dokter kesalahan dia (Terawan) dari sisi dokter hampir tidak ada,” ujar Ribka Tjiptaning kepada wartawan, Minggu (27/3).
Ribka mencontohkan, metode cuci otak ala Terawan yang dikenal DSA atau Digital Subtraction Angiography yang dipersoalkan IDI karena belum ada uji klinis di Indonesia. Namun, bagi dia, tidak ada kesalahan Terawan dalam metode tersebut.
“Pak Terawan dalam menjalankan DSA itu tidak pernah ada korban. Dari tingkat pejabat sampai rakyat biasa dilakukan dengan baik-baik,” katanya.
Padahal, kata Ribka, banyak juga dokter-dokter yang melakukan malpraktek. Namun, karena ikatan kuat antarteman sejawat atau dokter, maka dokter-dokter lepas dari jeratan malpraktek itu sendiri.
“Bahkan masih banyak korbannya pasien atau masyarakat karena pembelaan MK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) karena ikatan teman sejawat itu seperti teman kandung,” tuturnya.
Lebih mengherankan lagi, masih kata Ribka, IDI mempersoalkan Vaksin Nusantara yang sedang dikembangkan Terawan. Di mana, seharusnya Terawan diapresiasi karena memiliki jiwa nasionalisme tinggi dengan mengembangkan vaksin dalam negeri.
“Soal Vaksin Nusantara, saya rasa itu kan malah yang bagus ketika republik ini impor vaksin dari China, Pak Terawan jiwa nasionalismenya tinggi, dia tetap percaya Indonesia bisa menciptakan vaksin sendiri, Vaksin Nusantara,” jelasnya
“Artinya berdaulat di bidang kesehatannya itu tinggi. Trisakti yang dimiliki itu sangat kuat dengan keyakinan suatu saat kita bisa membuat vaksin,” jelas Ribka.
Soal nuansa politis, kata Ribka yang juga seorang dokter, IDI sebagai organisasi profesi bisa saja ditarik oleh kelompok tertentu dalam rangka menuju Pemilu Serentak 2024.
“Saya rasa ini ada unsur politis. Sekarang ini kan ada kongres, Munas apalah itu suasananya menuju 2024. Karena ini ada pergantian presiden, kita tahu semua organisasi. Itulah penilaian saya soal pemecatan dr Terawan sebagai orang yang top sebetulnya,” tegasnya
“Saya sendiri sebagai dokter, ada di belakang Pak Terawan. Terus maju Pak Terawan,” demikian Ribka.
Sumber: RMOL

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru