Masa Lalu Rachmawaty Dishub Makassar Terbongkar, Terakhir Bertarung 2004, Dulang Medali di Palembang

- Jurnalis

Senin, 25 April 2022 - 04:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rachmawaty Dishub Makassar masa lalunya penuh dengan prestasi. Atlet karate andalan Sulsel ini terakhir ikut bertarung pada 2004 dan meraih medali perak di PON Palembang.
Rachmawaty pernah menjadi atlet karate andalan Sulawesi Selatan, juga Indonesia.
Selama menjadi karetaka, Rahmawaty turun pada nomor Kata Beregu Putri.
Kata dikenal sebagai nomor seni dalam olahraga karate.
Dalam karate, kata merupakan serangkaian gerakan menyerang, menangkis, dan mengunci.
Namun, bukan sekadar gerakan jurus, melainkan ada unsur keindahan gerak.
“Rahma ini biasanya turun pada nomor Kata Beregu Putri,” kata mantan pengurus KONI Sulsel yang enggan disebutkan namanya, Minggu (24/4).
Selain itu, perempuan cantik ini pernah mempersembahkan medali perak hingga emas dari berbagai kejuaraan karate di tanah air.
Terakhir dia mendulang medali perak saat berlaga di PON Palembang 2004.
“Kalau pada kejuaraan single event khusus kejurnas Karate, open turnamen, dia pernah meraih medali emas. Terakhir dia dapat medali perak di PON Palembang,” jelasnya.
Seperti diketahui, Rachmawaty Dishub Makassar yang terlibat perselingkuhan dengan Najamuddin Sewang dan Kasatpol PP nonaktif Iqbal Asnan akhirnya memilih cuti kerja.
Menurut Kadis Perhubungan Kota Makassar Iman Hud, dia sebagai pimpinan harus mengerti kondisi yang dialami oleh Kasi Transportasi Publik Kota Makassar, Rachmawaty.
Kadishub Kota Makassar, Iman Hud mengatakan Rachmawaty diberikan cuti sampai kondisinya siap kembali bekerja.
“Dia izin cuti karena pengaruh psikologis. Kami sebagai pimpinan harus mengerti,” singkat dia kepada JPNNcom (Grup Pojoksatu), Jumat (23/4).
Kadishub Iman Hud menambahkan semenjak Rachmawaty menjalani pemeriksaan sebagai saksi, tentu sangat berpengaruh terhadap psikologis dan kesehatannya.
“Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Mengenai cinta segitiga hanya mereka dan Allah SWT yang tahu,” tambahnya.
Kadis Iman Hud mengakui Rachmawaty dan Najamuddin Sewang merupakan petugas Dishub yang ulet dan rajin bekerja.
“Secara formal mereka bekerja bagus. Mereka tidak pernah membuat kesalahan selama ini,” terang dia. 
Sumber: pojoksatu
Foto: Rachmawaty Dishub Makassar pemicu cinta segitiga berujung pembunuhan (ist1)

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru