Rocky Gerung: Mungkin Dalam Dua Hari Ini Kartel CPO Akan ‘Mengkudeta’ Jokowi

- Jurnalis

Minggu, 24 April 2022 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pendapatnya mengenai kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng. Ia menilai bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi tersebut akan mengganggu sistem perekonomian Indonesia.
“Itu (kebijakan larangan ekspor) menganggu sistem perekonomian kita. Sesuatu yang drastis diputuskan, padahal sebetulnya ini cuma soal teknis bagaimana mendistribusikan minyak goreng dan atasi dengan kebijakan yang terukur,” ujarnya.
Dilansir dari pikiranrakyat.com, Minggu 24 April 2022, Rocky Gerung juga menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan membuat Jokowi dikudeta oleh oligarki-oligarki sawit.
“Mungkin dalam dua hari ini kartel CPO (kartel CPO dunia karena kaitan globalnya itu kuat sekali) sedang memutuskan mungkin ‘yaudah kita kudeta aja Pak Jokowi’, kudeta dalam tanda petik,” kata Rocky Gerung dikutip dari pikiranrakyat.com, Minggu 24 April 2022.
Selain itu pemerintah juga tidak bisa memaksa pasar mengikuti kebijakan pelarangan ekspor. Kondisi pasar tidak bisa didikte oleh pemerintah.
“Dia (Jokowi) cuma ucapkan itu (larangan ekspor) sebagai keputusan dan pasar enggak bisa didikte oleh keputusan pemerintah,” kata Rocky Gerung.
Lebih lanjut lagi kebijakan ala oligarki ini menurut Rocky Gerung akan membuat Indonesia tidak bisa mendapatkan pajak ekspor, rezeki dari komoditas.
“Sangat mungkin juga ada yang sengaja membisikkan Pak Jokowi untuk hajar aja oligarki,” ujar Rocky Gerung.
Larangan untuk melakukan ekspor dibuat seolah-olah untuk menyogok emak-emak dan mahasiswa agar tidak kembali berdemo.
Ia juga menyinggung bahwa larangan ekspor ini hanya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres), sementara ekspor berkaitan dengan perjanjian internasional.
“Jadi enggak ada kebijakan yang diukur berdasarkan keputusan masuk akal. Nah ini bahayanya, nanti sinyalnya hanya Presiden Jokowi sangat nasionalistik, ingin memproteksi industri,” tuturnya.
Sebagai informasi bahwa kebijakan ekspor termasuk dalam global economy bukan nasionalisme. Bahaya lain dari larangan ekspor adalah investor asing akan ogah untuk bekerja sama dengan Indonesia.
“Enggak ada investor yang betul-betul menganggap Indonesia layak, semua cuma basa-basi,” imbuhnya dilansir dari pikiranrakyat.com, Minggu 24 April 2022.
Sumber: terkini
Foto: Pengamat politik Rocky Gerung/Net

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru