Viral Profesor Pewawancara Beasiswa LPDP Singgung Manusia Gurun

- Jurnalis

Sabtu, 30 April 2022 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lagi heboh ini postingan profesor pewawancara seleksi beasiswa LPDP yang diduga intoleran. Sebab profesor ini nulis postingan dengan kesan senang tak ada mahasiwi yang pakai penutup ala manusia gurun.
Gimana enggak dituding intoleran, profesor pewawancara seleksi beasiswa LPDP menuliskan kesan lega calon penerima beasiswa yang ia wawancarai tidak pakai kata-kata Insya Allah, Barakallah dan lainnya.
Sontak warganet menyoroti postingan profesor yang wawancarai calon pemerina beasiswa LPDP tersebut, sampai singgung soal penutup ala manusia gurun dan soroti soal kesan tak ada kata-kata Insya Allah. 
Tidak bicara Barakallah qadarullah
Gegera postingan intoleran itu, akun media sosial profesor itu langsung diserbu warganet. Sumpah serapah langsung banjir di akun media sosial profesor.
Jadi dari postingan yang viral, profesor pewawancara calon penerima beasiswa LPDP itu namanya Budi Santosa Purwokartiko. Dari informasi yang beredar di media sosial, Profesor Budi merupakan Rektor Institut Teknologi Kalimantan. 
Dalam postingan usai wawancara calon penerima LPDP, Profesor Budi Santosa punya kesan yang bagus.
Mahasiswa mahasiswi yang ia wawancarai anak-anak yang pinter dan bicaranya membumi tidak melangit. Selain itu, Budi Santosa juga senang yang ia wawancarai bukan mahasiswa yang hobi demo.
“Mereka bicara tentang hal-hal yang membumi, tidak bicara soal langit langit: Insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagainya,” tulisnya di salah satu tangkapan layar akun Budi Santosa Purwokartiko dikutip Hops.ID dari akun Facebook Muhammad Zein, Sabtu 30 April 2022.
Kesan lainnya, Profesor Budi ini menilai mahasiswa yang ia wawancarai adalah anak pintar, buktinya IP mereka luar biasa tinggi, di atas 3,5 serta kemampuan bahasa Inggrisnya cas cis cus deh, melebihi ketentuan skor minimal IELTS, Duolingo lho.
Kata-kata penutup ala manusia gurun 
Nah selain itu Profesor Budi Santosa memberikan testimoninya.
Dia mendapatkan tugas mewawancarai 16 orang, yang hadir 14 orang yang terdiri dari dua mahasiswa dan sisanya mahasiswi.
“Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa Barat dan US, bukan ke negara yang orang pandai bercerita tanpa karya teknologi,” tulisnya.
Nah tulisan ‘ala manusia gurun’ ini yang menjadi salah satu sorotan lho. Dan kemudian dia dilabeli intoleran.
Nah postingan Profesor Budi Santosa soal wawancara calon mahasiswa LPDP ini telah di hapus dari akun Facebooknya. ***
Sumber: hops
Foto: Postingan Profesor Budi Santosa soal penutup kepala ala manusia gurun (Facebook Aisha Rara, itk.ac.id)

RakyatPos Andalas

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru