Pemuka Hindu: Kafir itu Bukan Kata Penghinaan, Orang yang Tidak Mengakui Weda juga Disebut 'Nastika'

- Jurnalis

Senin, 23 Mei 2022 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.ID – Viralnya video pemuka agama Hindu mengenai pengertian ‘Kafir’ beredar di media sosial.
 
Video yang memperlihatkan pemuka Hindu tersebut yang menanggapi soal anggapan pihak yang menilai kata ‘kafir’ sebagai bentuk penghinaan terhadap orang di luar Islam.
 
Kata kafir sering di sebutkan ustadz-ustadz penceramah yang belakangan ini sering di dengungkan dan menjadi polemik di masyarakat sebagai wujud penghinaan agama lain.
 
Video yang diunggah Politisi Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya pada Jumat, 20 Mei 2022 viral menaggapi kata kafir yang dianggap menghina penganut agama lain.
 
Dalam narasi cuitannya, Mustofa mengaitkan pernyataan pemuka agama Hindu itu dengan alasan negara Singapura menolak masuk Ustadz Abdul Somad alias UAS.
 
“Wah, Singapura bakal menolak pemuka Agama Hindu juga,” cuit Mustofa Nahrawardaya.
 
Dilihat dari video itu, tampak seorang pemuka Hindu yang belum diketahui identitasnya menilai kata kafir bukanlah penghinaan maupun penistaan.
 
“Saya kira itu (kafir) bukan kata penghinaan, bukan penistaan”, ujar sang pemuka agama tersebut.
 
Pasalnya, kata tokoh agama itu, kata kafir itu sendiri hampir mirip dengan dengan kata Nastika.
“Didalam Hindu, ada juga istilahnya yang hampir sama dengan menyebut orang-orang yang di luar (Hindu), misalnya istilah Nastika”, jelasnya.
 
Menurutnya, Nastika disematkan kepada orang-orang yang tidak mengakui kitab suci Weda sebagai ajaran agamanya.
 
“Nastika itu artinya orang-orang yang tidak  mengakui kitab suci Weda sebagai ajaran agamanya, sebagai keyakinannya”, ungkapnya.
Seperti halnya kata kafir, istilah kata Nastika menurut pemuka Hindu itu juga bukan bermakna sebagai penghinaan kepada orang lain.
 
“Jadi kalau ada orang yang tidak mengakui Weda dan kita sebut, ‘Hei, kamu Nastika’, kita juga tidak berarti menghina dia dan dia seharusnya tidak merasa terhina karena memang dia tidak mengakui Weda”, jelasnya.
 
Semoga kesalahpahaman ini bisa menjadi pencerahan untuk seluruh umat agama di Indonesia dan diharapkan agar tidak ada lagi hujat menghujat .***
Sumber: bicaraberita

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru