Mantan Danjen Kopassus Tegaskan Kasus KM 50 Penuh Rekayasa dan Perlu Dibentuk Tim Independen | RakyatPos Andalas

- Jurnalis

Jumat, 17 Maret 2023 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembunuhan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) atau disebut KM 50 penuh rekayasa di mana Tempat Kejadian Perkara (TKP) dihancurkan. CCTV di TKP juga disebut mati.
“Kasus KM 50 sangat kasat mata ada rekayasa seperti menutupi-nutupi. Gampang sekali melihatnya pemusnahan TKP itu sudah satu bukti ada rekayasa. Saksi-saksi yang tidak mau disebut katanya bahwa korban itu masih hidup di tempat itu,” kata mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko di Channel YouTube Refly Harun beberapa hari yang lalu.
Rekayasa KM 50, kata Soenarko terlihat barang bukti  yang diperlihatkan di Polda Metro Jaya seperti pistol revolver dan peluru kaliber 9 mili. Pistol revolver tidak bisa menggunakan peluru kaliber 9 mili.
“Kita lihat sudah aneh apalagi ada pistol revolver. Saya lihat di situ peluru yang ditampilkan kaliber 9 mili standarnya TNI. Pistol sama peluru tidak nyambung. Revolver kaliber 38 mili milik polisi bukan kaliber 9 mili yang ditampilkan dalam barang bukti kasus KM yang diperlihatkan polisi. Saya tahu semua jenis peluru yang dipakai semua aparat. Kita semua berkomunikasi dengan petinggi yang katanya FPI tidak ada laskar yang bersenjata. Banyak keganjilan setelah itu,” ujarnya.
Untuk mengungkap rekayasa kasus KM 50, Soenarko mengusulkan pembentukan tim independen yang melibatkan semua pihak yang memiliki keahlian dan profesional.
“Harusnya tim indipenden melibatkan pihak-pihak yang kompeten dan profesional menyangkut masalah seperti ini. Tidak hanya dari satu pihak dan kepolisian saja. Yang namanya keadilan bagi warga negara itu Bagi siapapun tidak peduli Apakah apa sukunya agamanya ras atau golongannya,” papar Soenarko.
Soenarko mengatakan, kasus KM 50 sangat layak untuk diungkap kembali untuk penegakan hukum dan keadilan apalagi setelah kasus Sambo tersebar nama anggota Satgas Merah Putih terlibat dalam pembunuhan 6 Laskar FPI. “Kalau dugaan kita rakyat nggak mungkin level-level kelas bawah sekelas Iptu yang melakukan itu. Itu tidak mungkin,” jelasnya.
Sumber: suaranasional
Foto: Mayjen (Purn) Soenarko (IST)

RakyatPos Andalas

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru