Adhie Massardi Anggap Situasi Indonesia Seperti Zaman Nabi Luth | RakyatPos Andalas

- Jurnalis

Jumat, 14 April 2023 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi negara Indonesia saat ini tak ubahnya seperti zaman nabi Luth. Sejumlah fenomena yang antara lain berkenaan dengan kejahatan dan kebenaran menjadi bias karena sulit dibedakan.
Begitu disampaikan Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Adhie M Masardi saat menjadi narasumber diskusi bertajuk “Dendam Politik PKI” yang digelar secara daring pada Kamis (13/4).
“Memang belakangan ini situasi di negeri ini saya menggambarkannya seperti di zaman nabi Luth nih, di mana kebenaran dan kejahatan itu saling bersatu,” kata Adhie.
Menurut Jurubicara Presiden keempat RI Abdurrachman Wahid atau Gus Dur itu, pada akhirnya Tuhan bisa saja murka kepada negeri di zaman nabi Luth.  
“Tuhan tidak bisa memisahkan antara kebaikan dan keburukan akhirnya negara itu dihancurkan,” ucap Adhie.
Atas situasi itu, Adhie membuat sebuah puisi berjudul Markobar. Ia pun membacakan buah karyanya tersebut.
Berikut puisinya:
Markobar

Mari korupsi bareng
Prasasti zaman presisi
markobar mari korupsi bareng
Markobar mari kolusi bareng
Markobar berpuasa sampai modar
Tidak setuju berarti makar
Itulah prasasti zaman presisi
ditulis di atas batu granit yang dijatuhkan langit,
azab bagi yang mendustakan Luth
Orang-orang gumorah di lembah Angkara menjadikan kebohongan sebagai bahasa persatuan
Mencuri dilakukan setiap hari
mereka anggap malaikat padahal iblis
Membuat kejahatan kian fantastis sungguh mereka potret kaum yang fasik
dikutuk dalam lembaran kitab suci membawa samsara di banyak negara
Markobar
Mari korupsi bareng
Mari kolusi bareng
Itulah prasasti zaman presisi di batu granit ditaruh di pucuk Monas menghadap langit menjadi pedoman penghuni istana yang seluruh tiangnya kini keropos
tapi malaikat yang pernah bertamu ke rumah Luth untuk menyampaikan isyarat kehancuran kekuasaan tak pernah mau singgah ke sini
Mungkin mereka takut berubah menjadi iblis
Padahal perbuatan mereka juga sudah sangat keji
Persekongkolan jahat para pejabat kian dahsyat
Belum pernah dilakukan pejabat sebelum mereka
Tapi diantara kokok ayam di atas subuh yang lusuh itu
terdengar pesan yang sangar “aku tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kalau itu sendiri mengubah nasib mereka sendiri”. 
Sumber: rmol
Foto: Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Adhie M Masardi/Net

RakyatPos Andalas

Berita Terkait

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung
Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.
Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK
Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik
Bayi Hilang di Menanga Siamang, Keluarga Geram dengan Isu Hoaks di Media Sosial
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Bandar Dalam Disambut Antusias

Berita Terkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:32 WIB

DPC KWRI Way Kanan Turut Hadir Peringati HUT ke-27 di Provinsi Lampung

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:25 WIB

Polsek Baradatu langsung tindak lanjuti laporan Masyarakat ada nya pesta Miras anak di bawah umur di lapangan Sriwijaya.

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:38 WIB

Pemerintah Kampung Rantau Jaya: Merealisasikan Insentif untuk RT, Linmas Kader Posyandu,Dan Kader PKK

Jumat, 14 Maret 2025 - 04:38 WIB

Memahami Tugas Jurnalis Berdasarkan Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik

Berita Terbaru