Way Kanan, Rakyat Pos Network ”
Pelatihan dan penyaluran bibit sayur mayur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kampung di ikuti seluruh anggota Kelompok Wanita Tani ( KWT ) yang ada di wilayah kampung Kemu, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung acara tersebut bertempat di Rumah kepala kampung Kemu, Jumat 29/12/2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan kelompok wanita tani (KWT) kampung Kemu dihadiri langsung oleh Rambat kepala kampung yang didampingi ketua TP PKK Kampung Weti Elmiati S.Pd.i ,Pendamping Desa Rahmat Basuki, S.Pd, BPK Kampung, Aparatur Kampung Kemu dan yang terutama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Kemu, Kecamatan Banjit.
Kegiatan ini berupa penyuluhan, pelatihan, dan pemberian bantuan sarana dan prasarana berupa bibit sayuran beserta kelengkapan pendukung pertanian yang diberikan langsung oleh Rambat kepala kampung Kemu, Kecamatan Banjit,”kepada kelompok wanita tani (KWT).
“Rambat, kepala kampung Kemu berharap kepada kelompok wanita tani agar bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini supaya ilmunya bisa diterapkan dan bermanfaat bagi lingkungan serta bisa bercocok tanam sayur dengan baik dan benar dan mampu menambah penghasilan keluarga.
“Rambat pun menambahkan penjelasan tentang pendampingan penerapan urban farming untuk mendukung kemandirian pangan bagi warga di kampung melalui Kelompok Wanita Tani( KWT) yang ada di kampung kita ini,” ucapnya.
“Dalam kesempatan ini juga Widi Sri Wasita dari BPP Kecamatan Banjit selaku Narasumber di dampingi Anggi Saputri, dan Eka Shouyana mengatakan Pelatihan urban farming yang diberikan tergolong sederhana karena menggunakan polybag dan wallbag sebagai media tanamnya, sehingga tidak memerlukan banyak tempat untuk budidaya dan lingkungan rumah warga dapat terlihat lebih hijau dan asri sehingga tidak ada lagi lahan kosong di sekitar rumah,” katanya.
“Dia juga menjelaskan tentang Permasalahan berupa keterbatasan lahan tidak menjadi alasan bagi ibu-ibu untuk melakukan praktek pertanian di lingkungannya, dengan pelatihan urban farming ini diharapkan warga termotivasi untuk mengusahakan aneka tanaman pangan di lingkungan sekitarnya sehingga meningkatkan kemandirian pangan dan diharapkan pula setelah mengikuti program pelatihan tersebut para peserta bisa menjadi wirausaha baru yang memiliki penghasilan tambahan ataupun pemenuhan kebutuhan gizi bagi keluarga maupun masyarakat di wilayahnya,” tegas Widi Sri Wasita.










