Terkait ‘Amplop Kiai’, FSN Laporkan Suharso Monoarfa ke Polda DIY

- Jurnalis

Selasa, 23 Agustus 2022 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



“Rakyat Pos Network,”

Yogyakarta – Polemik tentang pernyataan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, yang menyinggung tentang tradisi memberi amplop kepada kiai-kiai ketika berkunjung ke pesantren, berbuntut panjang.
Setelah menuai protes dan kecaman dari berbagai daerah, kali ini Suharso juga dilaporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pelaporan terhadap Suharso Monoarfa dilakukan oleh kelompok yang bernama Forum Santri Nusantara (FSN), yang juga didampingi beberapa orang pengacara dari LBH Nahdlatul Ulama.


“Pernyataan itu telah menyakiti kalangan pesantren, sehingga membuat kegaduhan tersendiri. Kami juga melihat ada unsur pidananya, yang terkait kepada UU ITE,” ujar Hidayat, selaku pelapor yang mewakili Forum Santri Nusantara kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Dalam pernyataan tersebut, menurut Hidayat ada dugaan telah terjadi penghinaan dan pelecehan juga terhadap para kiai.
Serta terkesan menuduh tradisi amplop tersebut, seperti kebiasaan korupsi.


“Dia menyampaikan hal tersebut pada acara pembekalan anti korupsi di gedung KPK. Tentu ada korelasi antara kegiatan itu dengan cerita (amplop kiai) Pak Suharso itu. Ini yang menyakitkan bagi kami,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Hidayat, laporan telah mereka sampaikan ke bagian penerimaan laporan di SPKT Polda DIY.
Laporan sudah diterima langsung oleh polisi, namun masih ada beberapa hal yang akan dilengkapi.
“Nanti kami susulkan beberapa bukti lain, seperti video utuh dan transkip pernyataan. Bagi kami melaporkan ini murni karena kecintaan kami kepada para kiai dan lingkungan kami tumbuh (pesantren). Kami berharap ada efek jera, sehingga tidak ada lagi kejadian seperti ke ke depannya,” papar Hidayat yang juga merupakan aktivis NU Yogyakarta tersebut.
Dalam keterangan penutupnya, Hidayat juga membantah adanya unsur politis dalam laporan mereka.
“Tidak ada (unsur politis). Ini wujud kecintaan dan bakti kami kepada kiai-kiai. Karena kami tahu, para kiai tidak akan melaporkan ini, maka kami lah yang harus bergerak,” pungkasnya. (*/ Eka S*)
RakyatPos Network | rakyatpos.id

Berita Terkait

Oknum (ASN) kecamatan Banjit: Bersikap Arogan Terhadap Salah Satu Jurnalis
Kepala Sekolah SMPN 5 dan Komite Diduga telah melakukan Pungutan Liar Dan Terindikasi Mark,Up Dana BOS
Polres Way Kanan Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani dan Beladiri Polri Tahun 2023
Diduga Rekanan Kontraktor Pengerjaan Jalan Lapen Kampung Tanjung Serupa Kecamatan Pakuwon Ratu: Asal Jadi Dan Tidak Ada Papan Informasi Nya
Musrenbangkam 2024 dan Monitoring dan Evaluasi Tahap II 2023
Bedah Rumah Warga Program TMMD, Sudah Masuki Tahap Pemasangan Jendela
Kadis Kominfo Way Kanan,Wartawan Harus Mampu Menjalankan Kode Etik Jurnalistik Termasuk Mampu Menulis Berita
SMP Rawa Pitu Diduga Sengaja Memasang Bendera Yang Robek

Berita Terkait

Senin, 9 Oktober 2023 - 06:58 WIB

Oknum (ASN) kecamatan Banjit: Bersikap Arogan Terhadap Salah Satu Jurnalis

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 13:16 WIB

Kepala Sekolah SMPN 5 dan Komite Diduga telah melakukan Pungutan Liar Dan Terindikasi Mark,Up Dana BOS

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 07:33 WIB

Polres Way Kanan Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani dan Beladiri Polri Tahun 2023

Jumat, 6 Oktober 2023 - 02:35 WIB

Diduga Rekanan Kontraktor Pengerjaan Jalan Lapen Kampung Tanjung Serupa Kecamatan Pakuwon Ratu: Asal Jadi Dan Tidak Ada Papan Informasi Nya

Kamis, 5 Oktober 2023 - 15:32 WIB

Musrenbangkam 2024 dan Monitoring dan Evaluasi Tahap II 2023

Berita Terbaru